I’m in the mood to share about my love life J
Dari berbagai perbedaan yang mengiringi
hubungan kami (ciee, hahaha), ada
satu hal yang dari jauh hari telah kami sepakati ketika sampai pada suatu moment yang bernama pernikahan. Kesepakatan
itu adalah dalam memilih wedding ring.
Yak, untuk beberapa hal printilan pernikahan kami boleh jadi
banyak berdebat, berkompromi dan saling mengalah. Tapi untuk urusan memilih
cincin kawin, jauh sebelum kami berencana untuk menikah pun kami sudah
menyepakati nya.
Sebagian orang berpendapat
mungkin cincin kawin kami adalah model jadul, tua, dan terlalu biasa, kayak cincin orang zaman dulu. Hahaha. You can
say that
Tapi sebetulnya, kami memiliki
filosofi sendiri mengapa akhirnya cincin seperti ini yang kami pilih. Let me explain :
Pertama, kami sepakat kalau cincin seperti ini adalah model cincin
yang everlasting. Dari zaman opa-opa
dulu, sampai sekarang cincin model ini masih ada. Kami berharap, sebagaimana
cincin ini begitu juga dengan cinta kami, everlasting.
(amiiin)
Kedua, cincin ini modelnya bulat,
utuh, tanpa hiasan apapun. Begitupun dengan kehidupan cinta kami. Kami ingin
selalu utuh, tanpa membiarkan pengganggu apapun yang membuat keutuhan itu tidak
lagi utuh. Yaa jika dikaitkan dengan cincin, artinya kami tidak menginginkan
hiasan - bahkan berlian- untuk berada dicincin ini.
Ketiga, cincin ini terbuat dari
emas 24 karat dengan kadar hampir 100 %, artinya kami ingin yang paling murni. Meskipun
setelah saya tau dari penjual perhiasan kalau hampir tidak ada cincin yang
kadarnya 100%, karena sangat lembek dan tidak bisa dibentuk. Yaa setidaknya
kami berusaha memilih yang semurni mungkin. Selain itu emas dengan kadar tinggi
sangat fragile, kami ingin cincin ini
menjadi pengingat bahwa cinta pasangan kami harus dijaga dengan baik. Karena fragile tentu akan menjadi fatal jika
sedikit saja dilukai.
Keempat, kami ingin cincin yang
sederhana, sesederhana cinta kami satu sama lain. Boleh jadi apapun yang
mengiringi kisah kami penuh drama, rumit, penuh tantangan, namun kami akan
selalu ingat bahwa kami tetap bisa bersama karena cinta kami sederhana. Saya
menginginkan dia, dan dia menginginkan saya. Kesederhanaan cinta itulah yang
membuat kami tidak bisa kemana-mana.
Pada akhirnya, memang cincin
hanyalah sebuah simbol dari ikatan manusia. Bukan simbolnya yang penting, namun
bagaimana kita memaknai simbol itulah yang penting. LOVE

No comments:
Post a Comment