I've found. Yes. The precious memories of my childhood
Jadi ceritanya ini
adalah (sebagian kecil) buku-buku
yang pernah saya baca saat masih kecil. Nah sebetulnya dulu saya punya
buku-buku ini. Tapi, berhubung dulu masih teledor, ceroboh, ga menganggap
berharga barang-barang ini, maka akhirnya buku-buku ini lenyap digondol orang
tak bertanggung jawab. Sedih ya. Dulu ceritanya saya punya banyaaak koleksi
buku-buku, karena salah satu kelebihan dari orangtua saya adalah mereka sangat
royal membelikan buku bacaan. Saya berlangganan majalah bobo dari TK B sampai kelas 6 SD, jadi bisa bayangkan
sebanyak apa majalah bobo saya. Masa-masa kecil itu juga saya dikelilingi oleh
buku-buku yang judulnya pun ga bisa saya ingat satu persatu.
Ceritanya lagi, dulu saya sering jadi tempat peminjaman
buku. Tapi banyak orang-orang yang tidak bertanggung jawab yang memang (mungkin) ada niat kurang baik dengan
buku-buku saya itu. Akhirnya, ada yang pinjam 5 tapi hanya dibalikin 2. Begitulah.
Dan ini cocok dengan sikap saya waktu itu yang (mungkin juga ) kurang menghargai buku-buku yang saya punya. Tapi yah
sudahlah, sudah berlalu toh. Dan saya pun ga akan bisa melacak lagi buku-buku
itu.
Nah, singkat cerita, setelah dewasa (menua maksudnya), saya kok jadi kepikiran sama buku masa kecil
dulu ya. Karena sedikit banyak buku-buku ini lah yang membentuk karakter saya
sekarang. Saya pengen nanti nya, saya akan memperkenalkan buku-buku ini juga ke
anak-anak saya. Supaya mereka tau, apa sih yang membentuk baik dan buruk nya (yes, i just wanna tell my children, their
mom is not perfect) mama nya. Yang baik bolehlah ditiru, tapi se tidaknya
saya juga kepingin mereka kritis dengan
memperbaiki apa yang mereka anggap jelek dari saya (dan papa nya of course).
Akhirnya, setelah menikah, punya tempat tinggal sendiri,
saya memutuskan untuk mulai mencari dan mengumpulkan kembali buku-buku masa
kecil itu lagi (Perburuan ini juga nanti
akan berlanjut ke buku-buku masa remaja saya- harus !). mulai lah saya
hunting buku-buku itu di internet. Berhubung rata-rata ini buku lama, tentu nya
udah tidak ada lagi buku barunya. Pasti saya akan menemukan buku-buku ini dalam
bentuk buku second alias bekas.
Buku pertama yang terfikir di otak saya adalah buku “Hari-Hari Bahagia Di Bullerbyn” nya
Astrid Lindgren. Saya ingat saya baca buku ini kelas 2 atau 3 SD . buku ini
oleh-oleh dari mama saya sepulang dari penataran. Buku ini sangaaaaaat berkesan
buat saya. Ceritanya sederhana, tentang sebuah desa kecil yang cuma terdiri
dari 3 rumah. Cerita di buku ini mengajarkan kesederhanaan, cinta kasih,
persahabatan dan kedamaian. Setting nya desa Bullerbyn (ntah ada atau tidak saya tidak tau) yang damai dan cantik. Dari semua
buku yangpernah saya baca di masa kecil saya, buku inilah yang paling berkesan.
Buku ini sebetulnya terdiri dari 3 seri “Kami Anak-Anak Bullerbyn” dan “Musim Ceri Di Bullerbyn”. Tapi prioritas
utama saya adalah menemukan buku “Hari-Hari
Bahagia Di Bullerbyn”.
Nah pencarian buku ini cukup sulit. Saya mencari di internet
dan menemukan beberapa penjual buku ini. Kemudian saya email satu persatu . Saya
mengirmkan 6 email berbeda pada 6 penjual buku second. Sayangnya semua menyatakan stok bukunya sedang kosong. Meskipun
melalui email-email ini saya menemukan buku lain, hahaha.
Ada satu penjual buku yang menjawab email sembari
mengirimkan list buku-buku dia yang ready
stock. Dia bilang mungkin ada yang saya minati. Daaaaaaan, ternyata dia
punya “harta karun” ! banyak buku masa kecil yang saya suka disana, aaaaak
serasa menemukan oase. Tapi berhubung saya juga ga mau over budget untuk ambisi
ini akhirnya saya membatasi diri untuk hanya membeli 3 buku dulu dari dia. Dengan
niat dalam hati minimal tiap bulan saya harus beli 5 buku dari dia. Hahaha. Jadi
inilah buku yang saya temukan sebagai bonus dari pencarian buku “Hari-Hari Bahagia Di Bullerbyn”
Little town on the
prairie saya kenal buku ini karena lagi-lagi mama saya yang memberikan. Dia dulu
hidup dimasa cerita ini adalah film seri di tvri, dengan judul little house on the prairie Ceritanya pun bagus. Memang harus
saya akui buku anak-anak dari luar banyak yang lebih bagus, dan mengajarkan
nilai tanpa menggurui. (Mau tau jalan
ceritanya buku ini googling yaa :p)
Yang kedua adalah
Kumpulan cerpen bobo. buku ini hadir di masa kecil saya sebagai sebuah buku
yang berisi kumpulan cerpen-cerpen dari bobo tahun-tahun awal beredar. Jadi memang
saya belum membaca cerpen-cerpen ini. Nah, cerpen-cerpen bobo pun menurut saya
adalah cerita-cerita yang harus dibaca oleh anak-anak kecil, karena memang
(lagi-lagi) full of good value. Saya bukan jualan moral ya, tapi ada yang
bilang kalau menanamkan nilai harus dari kecil. Anak-anak lebih gampang
menyerap nilai-nilai (either baik atau buruk). Dan percaya atau tidak
nilai-nilai ini akan terlihat pada karakter mereka nanti ketika dewasa. Dan menanamkan
nilai lewat cerita adalah salah satu cara yang efektif.
Oke, perburuan terhadap buku idaman pun berlanjut. Singkat cerita
saya menemukan sebuah web yang (dengan
hampir teriak di kantor karena saking senangnya) menjual buku “Hari-Hari Bahagia Di Bullerbyn”. Stok nya
hanya tinggal 1 dan covernya adalah cover cetakan ke 2. Tapi tidak apa-apa
setidaknya ADA ! Langsung saya booking dan akhirnya buku itu terbeli, senaaaang,
seperti menemukan harta karun (berlebihan?
:p)
Sambil berjanji pada diri sendiri untuk lebih rajin mencari
dan menyisihkan budget khusus untuk berburu buku-buku-masakecil-yang-nantinya-saya-pengen-anak-saya-baca-juga.
Because ;
Dan perasaan menemukan kembali hal-hal berharga dari masa
kecil itu, aaaaaaah i can’t describe it




No comments:
Post a Comment