Hidup itu paradoks….
Paradoks antara kebebasan
dan komitmen.
Kita semua terikat dengan
kelompok. kelompok itu bisa saja keluarga kita, masyarakat di lingkungan
sekitar, masyarakat agama kita, dsb.. jika kita telah terinternalize kedalam kelompok-kelompok kehidupan ini, itu artinya
kita juga telah mengikat diri dengan komitmen yang telah disepakati oleh
kelompok yang kita masuki itu. Ikatan kelompok ini mengikat erat kita dengan seperangkat
aturan dan komitmen-komitmen yang sebenarnya pada awalnya dibuat oleh kita
sendiri, yang akhirnya mau tidak mau harus kita patuhi juga. Jika kita
melanggarnya resikonya adalah kita mendapatkan konfrontasi dari kelompok kita
tersebut..
Sehingga dapat disimpulkan
dengan singkat: kelompok=komitmen yang mengikat..
Namun, setiap individu
hakikatnya memiliki ”back stage”,
dimana dia menjadi dirinya sendiri secara utuh, independent, ingin bebas dari tekanan dan juga aturan… bebas dalam
artian bisa melakukan segala sesuatu berdasarkan kata hatinya, tanpa memikirkan
apapun komitmen yang mengikat dirinya. Jika seseorang telah sampai pada posisi ini, maka dia
akan mengalami dilema..
Disinilah
Paradoks itu terjadi. Sekali lagi, komitmen pada kelompok
terkadang menghalangi
kebebasan …..
Ada sebuah pertanyaan
reflektif untuk anda,
Apa yang anda akan lakukan
jika suatu saat apa yang benar-benar anda inginkan amat bertolak belakang
dengan apa yang telah terkomitmen dalam kelompok yang anda masuki? Apakah anda
akan menjunjung tinggi kebebasan individual anda? Atau tetap setia dengan
komitmen yang telah anda taken dari
kelompok anda meskipun itu amat menyiksa anda karena sangat bertentangan dengan
apa yang otak anda fikirkan dan hati anda rasakan?
Silahkan jawab sendiri2…..
Terkadang, kita harus
mengacungkan jempol untuk orang-orang yang “berbeda” dan berani mengakuinya
secara terbuka. Contohnya seseorang yang membuka dan berterus terang pada
lingkunganya kalau dia adalah seorang gay. ini sangat tidak mudah. Bayangkan
betapa banyak kecaman dari lingkungannya(kelompok) karena ia melanggar
komitmen. Namun mereka berani menggambil resiko untuk mendapatkan apa yang
disebut kebebasan individu itu…
Maka amat lebih baik, jangan
pernah menghakimi orang lain… terlepas dari berapa banyak aturan dan
komitmen yang telah dibuat, kita jangan pernah lupa, kita tidak pernah
berada di posisi orang tersebut, dan kita tidak pernah tau apa yang telah
dilewatinya. Peace.
No comments:
Post a Comment