Wednesday, July 23, 2014

Apa kata mereka...

Hidup itu paradoks….

Paradoks antara kebebasan dan komitmen.

Kita semua terikat dengan kelompok. kelompok itu bisa saja keluarga kita, masyarakat di lingkungan sekitar, masyarakat agama kita, dsb.. jika kita telah terinternalize kedalam kelompok-kelompok kehidupan ini, itu artinya kita juga telah mengikat diri dengan komitmen yang telah disepakati oleh kelompok yang kita masuki itu. Ikatan kelompok ini mengikat erat kita dengan seperangkat aturan dan komitmen-komitmen yang sebenarnya pada awalnya dibuat oleh kita sendiri, yang akhirnya mau tidak mau harus kita patuhi juga. Jika kita melanggarnya resikonya adalah kita mendapatkan konfrontasi dari kelompok kita tersebut..

Sehingga dapat disimpulkan dengan singkat:  kelompok=komitmen yang mengikat..

Namun, setiap individu hakikatnya memiliki ”back stage”, dimana dia menjadi dirinya sendiri secara utuh, independent, ingin bebas dari tekanan dan juga aturan… bebas dalam artian bisa melakukan segala sesuatu berdasarkan kata hatinya, tanpa memikirkan apapun komitmen yang mengikat dirinya. Jika seseorang telah sampai pada posisi ini, maka dia akan mengalami dilema.. 

Disinilah Paradoks itu terjadi.  Sekali lagi, komitmen pada kelompok terkadang menghalangi kebebasan …..

Ada sebuah pertanyaan reflektif untuk anda,
Apa yang anda akan lakukan jika suatu saat apa yang benar-benar anda inginkan amat bertolak belakang dengan apa yang telah terkomitmen dalam kelompok yang anda masuki? Apakah anda akan menjunjung tinggi kebebasan individual anda? Atau tetap setia dengan komitmen yang telah anda taken dari kelompok anda meskipun itu amat menyiksa anda karena sangat bertentangan dengan apa yang otak anda fikirkan dan hati anda rasakan?
Silahkan jawab sendiri2….. 

Terkadang, kita harus mengacungkan jempol untuk orang-orang yang “berbeda” dan berani mengakuinya secara terbuka. Contohnya seseorang yang membuka dan berterus terang pada lingkunganya kalau dia adalah seorang gay. ini sangat tidak mudah. Bayangkan betapa banyak kecaman dari lingkungannya(kelompok) karena ia melanggar komitmen. Namun mereka berani menggambil resiko untuk mendapatkan apa yang disebut kebebasan individu itu…

Maka amat lebih baik, jangan pernah menghakimi orang lain… terlepas dari berapa banyak aturan dan komitmen yang telah dibuat, kita jangan pernah lupa, kita tidak pernah berada di posisi orang tersebut, dan kita tidak pernah tau apa yang telah dilewatinya. Peace.

No comments:

Post a Comment